Sunday, October 26, 2014

Bazaar Fashion Festival 2014

Di hari yang sama saat acara  talkshow How to Build Global Fashion Brand with Tex Saverio tadi berlangsung, di Jakarta Convention Center pun berlangsung acara yang tidak kalah menariknya, yaitu Bazaar Fashion Festival 2014 yang menampilkan talk show dengan para pembocara yang andal di bidang indutri fashion, fashion presentation dan tentu saja fashion show. Tidak tanggung-tanggung beberapa fashion desainer kenamaan tanah air menampilkan koleksinya dalam acara ini termasuk Biyan, Eddy Betty, Mel Ahyar, Sebastian Gunawan, dan masih banyak lainnya.



Selain itu, dalam acara ini, salah seorang fashion fotografer terkenal, Nicoline Patricia Malina memamerkan beberapa foto-foto indah hasil jepretannya. Selain Nicoline, Davy Linggar juga memamerkan hasil karyanya, beberapa di antaranya adalah:








Salah satu di antara banyak keunggulan acara ini adalah beberapa desainer menampilkan manekin berbalut pola yang menampilkan ciri khas mereka.















Bagi para pecinta dan pengamat fashion, mungkin sudah bisa menebak siapa saja desainer yang memamerkan pola desain mereka ini. Dari display ini, kita tentu sudah bisa melihat betapa masing-masing desainer memiliki ciri khas dalam setiap desainnya walaupun menggunakan bahan yang sama, tapi signature mereka sangat terlihat jelas dan tentu saja berbeda dengan desainer lainnya. 

Itulah sebabnya berkali-kali saya katakan "Every fashion designer is like a fairy. They have their own magic."

Dewi League of Knights talk show How to Build Global Fashion Brand with Tex Saverio

"Do not underestimate yourself" -Ni Luh Sekar



Acara talkshow bertajuk "How to Build Global Fashion Brand"  bersama Tex Saverio dan Ni Luh Sekar ini telah berlangsung tanggal 25 Oktober lalu di Main Lobby Binus International University. Acara yang merupakan bagian dari League of Knights yang pertama ini bertujuan agar para desainer kenamaan Indonesia (yang pernah dan atau sedang terpilih sebagai salah satu Dewi Fashion Knights) bisa membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para calon fashion desainer.









Tentu bukan sebuah talkshow jika tanpa ada sesi tanya-jawab dan mungkin inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh para fashion lover yang datang di acara ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang ditujukan oleh mereka dan dijawab oleh Rio.

Q: What Tex Saverio vision to become the True Fashion Knights in Indonesian ? What's your biggest challenge?
A: 1. Jadi salah satu desainer yang membawa nama Indonesia ke luar negeri.
2. Industri fashion Indonesia menjadi industri fashion dunia.
Challenge: Masih banyak mindset yang harus diperbaiki.


Q: Apa perbedaan pasar (fashion) di luar negeri dan di sini?
A: Perbedaan budaya yang mengakibatkan perbedaan selera.


Q: Dari mana mendapat inspirasi (berkarya)?
A: Dari mana saja, biasanya saat saya lagi duduk dan diam, tapi ada saatnya juga sudah duduk lama tapi gak dapat inspirasi. Saran: Jangan berkecil hati.


Q: Apa hambatan berhadapan dengan buyers?
A: Setiap buyers memiliki request yang berbeda-beda dan kita harus mengerti apa yang mereka inginkan dari kita.


Q: Kenapa beberapa waktu lalu mengeluarkan capsule collection?
A: Capsule collection itu lebis spesifik dan biasanya untuk proyek tertentu dan tujuan capsule collection beberapa waktu lalu adalah untuk charity.

Dalam talkshow ini juga para calon desainer bisa mengirimkan moodboard melalui akun twitter majalah Dewi dan Rio akan mengomentari moodboard yang terpilih.Teman saya, Dian beruntung terpilih menjadi pengirim moodboard terbaik di acara hari itu.

*Dian, ketiga dari sebelah kiri*

Mengenai moodboard, Rio juga memberikan sarannya kepada para peserta yang hadir, "Buatlah dua jenis moodboard: satu (moodboard) khusus untuk inspirasi [segala hal yang membuat desainer terinspirasi untuk membuat koleksi baru] dan satu (moodboard) lain khusus untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan teknik yang akan digunakan dalam membuat koleksi tersebut."




Karena saat acara berlangsung, saya tidak sempat menanyakan beberapa pertanyaan untuk Rio, saya pun akhirnya menghubungi sang VP Branding& Event dari Saverio&Liu Limited, Joe dan meminta agar bisa mengobrol sebentar dengan mereka berdua.

So, this is me with the two gorgeus men dan untungnya Rio masih berkenan (dan bahkan meminta ) saya untuk menanyakan pertanyaan yang tidak sempat saya tanyakan.






Saya bertanya padanya, "Bagaimana cara membangun mental tahan banting dalam industri fashion? Jawaban yang diberikan pun cukup sederhana, "Cukup dengarkan saja kritik yang membangun dari orang yang kredibel. Kalau kritik semua orang kamu dengar, nanti kamu sendiri yang akan pusing."