Saturday, November 15, 2014

Jakarta Fashion Week 2015: Day 1

Jakarta Fashion Week 2015 yang berlangsung dari tanggal 1- 7 November 2014 telah berlalu, tapi ada beberapa kenangan yang tidak bisa saya lupakan.

Berencana untuk menonton 2 acara pada hari pertama: Cleo Fashion Award dan Indonesia Fashion Forward 4 ternyata hanya bisa menonton acara yang kedua saja. Acara pertama yang rencananya berlangsung pukul 17.00 ternyata harus molor dan hingga jam 18.30 acara belum juga dimulai.


Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Fashion Tent dan bersiap untuk menonton fashion show dari Indonesia Fashion Forward 4.
















Fashion show Indonesia Fashion Forward 4 menampilkan koleksi rancangan dari 4 desainer: Rosalyn Citta, Patrick Owen, Sapto Djojokartiko, dan Tex Saverio.


the crowds


Tex Saverio dipercaya untuk menutup acara  di malam itu dengan menampilkan koleksi rancangan yang telah dia tampilkan dalam fashion presentation di Paris Fashion Week dalam koleksinya "Parametric" yang didominasi dengan warna silver.



and after the show, I wait at the backstage to meet Tex Saverio to do the interview. Saya membantu teman saya, Yeni yang tidak memungkinkan untuk mewawancarai Rio untuk kebutuhan penelitiannya.





Awalnya memang agak canggung untuk mewawancarai Rio (walaupun beberapa kali kami sudah bertemu dan mengobrol) tapi baru kali ini saya mewawancari dia dengan nuansa serius *biasanya kebanyakan bercanda* :D dan wawancara kali ini mendapat bantuan dari teman saya, Sasa yang menemani dan merekam wawancaranya:D terima kasih

Thank you to VP Brandings&Event, Saverio&Liu Limited, Joe for taking this picture

Sunday, October 26, 2014

Bazaar Fashion Festival 2014

Di hari yang sama saat acara  talkshow How to Build Global Fashion Brand with Tex Saverio tadi berlangsung, di Jakarta Convention Center pun berlangsung acara yang tidak kalah menariknya, yaitu Bazaar Fashion Festival 2014 yang menampilkan talk show dengan para pembocara yang andal di bidang indutri fashion, fashion presentation dan tentu saja fashion show. Tidak tanggung-tanggung beberapa fashion desainer kenamaan tanah air menampilkan koleksinya dalam acara ini termasuk Biyan, Eddy Betty, Mel Ahyar, Sebastian Gunawan, dan masih banyak lainnya.



Selain itu, dalam acara ini, salah seorang fashion fotografer terkenal, Nicoline Patricia Malina memamerkan beberapa foto-foto indah hasil jepretannya. Selain Nicoline, Davy Linggar juga memamerkan hasil karyanya, beberapa di antaranya adalah:








Salah satu di antara banyak keunggulan acara ini adalah beberapa desainer menampilkan manekin berbalut pola yang menampilkan ciri khas mereka.















Bagi para pecinta dan pengamat fashion, mungkin sudah bisa menebak siapa saja desainer yang memamerkan pola desain mereka ini. Dari display ini, kita tentu sudah bisa melihat betapa masing-masing desainer memiliki ciri khas dalam setiap desainnya walaupun menggunakan bahan yang sama, tapi signature mereka sangat terlihat jelas dan tentu saja berbeda dengan desainer lainnya. 

Itulah sebabnya berkali-kali saya katakan "Every fashion designer is like a fairy. They have their own magic."

Dewi League of Knights talk show How to Build Global Fashion Brand with Tex Saverio

"Do not underestimate yourself" -Ni Luh Sekar



Acara talkshow bertajuk "How to Build Global Fashion Brand"  bersama Tex Saverio dan Ni Luh Sekar ini telah berlangsung tanggal 25 Oktober lalu di Main Lobby Binus International University. Acara yang merupakan bagian dari League of Knights yang pertama ini bertujuan agar para desainer kenamaan Indonesia (yang pernah dan atau sedang terpilih sebagai salah satu Dewi Fashion Knights) bisa membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para calon fashion desainer.









Tentu bukan sebuah talkshow jika tanpa ada sesi tanya-jawab dan mungkin inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh para fashion lover yang datang di acara ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang ditujukan oleh mereka dan dijawab oleh Rio.

Q: What Tex Saverio vision to become the True Fashion Knights in Indonesian ? What's your biggest challenge?
A: 1. Jadi salah satu desainer yang membawa nama Indonesia ke luar negeri.
2. Industri fashion Indonesia menjadi industri fashion dunia.
Challenge: Masih banyak mindset yang harus diperbaiki.


Q: Apa perbedaan pasar (fashion) di luar negeri dan di sini?
A: Perbedaan budaya yang mengakibatkan perbedaan selera.


Q: Dari mana mendapat inspirasi (berkarya)?
A: Dari mana saja, biasanya saat saya lagi duduk dan diam, tapi ada saatnya juga sudah duduk lama tapi gak dapat inspirasi. Saran: Jangan berkecil hati.


Q: Apa hambatan berhadapan dengan buyers?
A: Setiap buyers memiliki request yang berbeda-beda dan kita harus mengerti apa yang mereka inginkan dari kita.


Q: Kenapa beberapa waktu lalu mengeluarkan capsule collection?
A: Capsule collection itu lebis spesifik dan biasanya untuk proyek tertentu dan tujuan capsule collection beberapa waktu lalu adalah untuk charity.

Dalam talkshow ini juga para calon desainer bisa mengirimkan moodboard melalui akun twitter majalah Dewi dan Rio akan mengomentari moodboard yang terpilih.Teman saya, Dian beruntung terpilih menjadi pengirim moodboard terbaik di acara hari itu.

*Dian, ketiga dari sebelah kiri*

Mengenai moodboard, Rio juga memberikan sarannya kepada para peserta yang hadir, "Buatlah dua jenis moodboard: satu (moodboard) khusus untuk inspirasi [segala hal yang membuat desainer terinspirasi untuk membuat koleksi baru] dan satu (moodboard) lain khusus untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan teknik yang akan digunakan dalam membuat koleksi tersebut."




Karena saat acara berlangsung, saya tidak sempat menanyakan beberapa pertanyaan untuk Rio, saya pun akhirnya menghubungi sang VP Branding& Event dari Saverio&Liu Limited, Joe dan meminta agar bisa mengobrol sebentar dengan mereka berdua.

So, this is me with the two gorgeus men dan untungnya Rio masih berkenan (dan bahkan meminta ) saya untuk menanyakan pertanyaan yang tidak sempat saya tanyakan.






Saya bertanya padanya, "Bagaimana cara membangun mental tahan banting dalam industri fashion? Jawaban yang diberikan pun cukup sederhana, "Cukup dengarkan saja kritik yang membangun dari orang yang kredibel. Kalau kritik semua orang kamu dengar, nanti kamu sendiri yang akan pusing."


Thursday, September 25, 2014

Androgyny: Perfect in imperfection

"We  are androgynous, not only because we are all born of a woman impregnated by the seed of a man but because each of us, helplessly and forever contains the other- male in female, female in male, white in black and black in white. We are part of each other. Many of my countrymen appear to find this fact exceedingly inconvenient and even unfair, and s, very often do I. But none of us can do anything about it." -James Baldwin




 

erikalinderfanpage.tumblr.com

Kata apa yang terlintas dalam benak Anda saat melihat foto ini?
ganteng, cakep, keren mungkin adalah beberapa di antaranya.   

Tapi jika Anda menjawab seperti itu, Anda tertipu!
Orang yang ada dalam foto ini adalah seorang wanita bernama Erika Linder yang berprofesi sebagai model androgini.


Apa itu androgini?

Kata androgini berarti seseorang yang dapat memadukan sifat maskulin dan feminin dalam dirinya. 

Apa perbedaan androgini dan transgender?
Untuk orang awam, mungkin mereka dianggap aneh, tidak normal dan entah apapun sebutan negatif lainnya, tapi perlu diingat sifat (peran) ini hanya mereka tunjukkan dalam pekerjaan mereka, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari mereka tetap berpenampilan seperti gender asli (bawaan) mereka tanpa melakukan operasi untuk mengubah gender.


Model androgini

Dalam industri fashion, model androgini bukanlah suatu hal yang aneh. Keberadaan mereka justru mempermudah para desainer untuk mempergunakan jasa mereka untuk berjalan di runway karena gender mereka yang fleksibel.

Bagi mereka yang androgini, mereka dilahirkan dengan beberapa ciri khusus:
1. Model androgini yang bergender bawaan pria
Biasanya tinggi, memiliki otot yang kecil, berambut panjang (tapi saat ini banyak juga bermunculan model androgini berambut pendek), memiliki pipi yang tirus, pinggul kecil dan berwajah cantik (dan atau perpaduan tampan dan cantik).

2. Model androgini yang bergender bawaan wanita
Memiliki postur badan yang tinggi, memiliki payudara kecil, memiliki pipi tirus, dan berwajah cantik (dan atau perpaduan tampan dan cantik).


Model androgini yang bergender bawaan pria tentu akan lebih mendapat tantangan yang luar biasa dalam menjaga penampilan fisik mereka agar tetap terlihat seperti wanita dan (atau pria). Seperti yang dilakukan teman saya, model androgini pertama di Indonesia, Darell Ferhostan. Dia pernah mengatakan harus melakukan diet (terutama tidak makan di malam hari) atau hanya memakan sepotong roti tanpa diberi tambahan apapun. 

Berikut adalah beberapa model androgini yang menghiasi runway dalam fashion show desainer kelas dunia:

Beberapa model androgini yang terkenal:



  • Andrej Pejic - Andreja Pejic
Jika menyebut istilah model androgini, satu nama yang akan muncul pertama kali dalam benak para pecinta fashion adalah Andrej Pejic. Lahir tanggal 28 Agustus 1991 berdarah Serbia-Bosnia, Pejic dilahirkan sebagai seorang pria. Kemunculan perdananya tahun 2011 saat menjadi bagian dalam fashion show Jean Paul Gaultier di Paris Fashion Week. Gaultier memberikan kepercayaan kepadanya untuk memamerkan busana wanita dan pria sekaligus.


instagram:  andrejapejic


Namun, pada bulan Juli 2014 lalu dia memutuskan untuk menjadi wanita seutuhnya melalui operasi dan mengubah namanya menjadi Andreja Pejic. Dia menyebutkan hal ini sebagai sebuah evolusi dan bukan transformasi.  

Sekilas di runway tidak ada perubahan dalam sosoknya, dia tetaplah Andrej(a) Pejic yang tetap memesona hanya dalam "kemasan" sehari-hari yang berbeda. Paris Fashion Week 2015 adalah terakhir kalinya Pejic akan memeragakan busana ready-to-wear rancangan Gaultier setelah sang desainer memutuskan untuk tidak mendesain untuk lini busana ready-to-wear lagi.


instagram:  andrejapejic




  •  Stas Fedyanin
Salah satu model androgini yang sering dibandingkan dengan Pejic adalah Stanyslas Fedyanin (Stas Fedyanin). Seorang model berkebangsaan Rusia yang tahun ini baru berumur 18 tahun. Dia dilahirkan sebagai pria. Namun, pada akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang wanita dan melakukan  operasi.


instagram: stas_fedyanin

Dalam akun instagram miliknya terlihat dia lebih sering menunjukkan bagian payudaranya yang berisi. Menunjukkan bahwa dia kini telah berubah menjadi seorang wanita. 



instagram: stas_fedyanin

  • Beck Holladay
Berbeda dengan model androgini pada umumnya, Holladay tidak memiliki postur badan yang tinggi, tidak kurus, dan berrambut panjang. Rambut pendeknya yang diberi aksen wave membuatnya sekilas terlihat sebagai seorang wanita yang boyish.

instagram:  mickeypancake





  • Pat Dudek
Namanya mungkin belum terlalu familier di telingan para pecinta fashion karena kariernya baru saja dimulai. Berbeda dengan model androgini pria yang memiliki wajah 'halus', wajah Pat cenderung didominasi oleh karakter maskulinnya.

instagram: dudekpat


  • Erika Linder
Dilahirkan sebagai seorang wanita berkebangsaan Swedia, Erika adalah model wanita pertama yang muncul dalam iklan produk pria. Salah satu fotonya yang masih diingat oleh banyak orang adalah saat dia dan Pejic foto bersama. Pejic (yang waktu itu masih pria) dalam sesi foto berperan sebagai wanita, sedangkan Erika (yang adalah wanita) dalam sesi foto berperan sebagai pria.


instagram: richiephoenix




unique.dk




  • Ari Fitz
Tidak banyak memang model androgini yang berkulit gelap dan sukses di industri fashion dunia, Ari Fitz membuktikan bahwa dia adalah salah satunya. Dengan warna kulit gelap rambutnya yang khas membuatnya terlihat semakin menonjol di antara model androgini lainnya. Wanita yang mengambil jurusan Fisika di Berkeley ini juga tertarik pada bidang film. Dia bahkan menulis dan menyutradarai sendiri semua film pendeknya: The Anniversary, Gastronomi, dan Open Call.


instagram: itsarifitz



  •  Jana Knauerova


Wanita kelahiran Ceko, 16 Maret 1989 ini adalah model androgini yang sedang naik daun di industri fashion dunia. Wajahnya beberapa kali menghiasi sampul majalah Vogue (Tiongkok, Rusia, dan Jerman)  bahkan pada tahun 2011 dia terpilih menjadi salah satu model Versace.



  •  Elliot Sailor
instagram: elliottsailors

Perjalanan karier Elliot Sailor cukup unik karena awalnya dia adalah seorang model yang memeragakan baju-baju untuk wanita. Namun, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi model yang memeragakan baju-baju pria seperti yang dilansir dari vogue.uk.com.

It was 2011 when I first saw pictures of Andre Pejic, and I immediately thought,'' I could do that.' I tried a few shoots with my long blonde hair, like Andre, modelling menswear and it just didn't work. I wrapped my breasts and didn't pose as you would for womenswear, but stylists and make-up artists still saw me as a woman - and the make-up was all wrong, shading my face to make me more manly - so I knew I had to cut my hair. "

Pada tahun 2011, ketika saya pertama kali melihat foto Andrej(a) Pejic, saya langsung berpikir 'Saya juga bisa melakukan hal yang sama.' Saya mencoba melakukan beberapa kali pemotretan dengan rambut pirang panjang, seperti yang dilakukan Andrej (Andreja Pejic), mencoba memakai pakaian pria dan tidak berhasil. Saya tutupi payudara dan berpose seperti yang dilakukan saat memakai pakaian wanita, tetapi beberapa pengarah gaya dan make up artist tetap melihat saya sebagai seorang wanita-- dan make up yang digunakan juga tidak tepat, shading yang diaplikasikan ke wajah saya justru semakin membuat saya terlihat sebagai pria-- saat itulah saya tahu harus memotong rambut saya.



  •  Darell Ferhostan
Setelah berkenalan dengan para model androgini luar, kini saatnya berkenalan dengan model androgini di negeri sendiri. Indonesia juga tidak kalah dengan negara lain. Darell Ferhostan adalah model androgini pertama di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang model, Darell berhasil menyelesaikan studinya pada jurusan Teknik Perminyakan pada salah satu Perguruan Tinggi (lagi-lagi ini bukti kalau para model tidak melupakan bidang pendidikan). Beberapa kali dia dipercaya untuk memeragakan busana di Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week, dan lain-lain.

instagram:  darellferhostan

Foto diambil saat pameran foto Rio Surya Prasetia 13 Februari 2014 lalu berjudul "Collection Vol: 00 - Thank You".


Keempat orang ini sedang berperan sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di industri fashion dunia, Anna Wintour.Namun, ada dua pria dalam foto ini: Darell ferhostan (paling kirin) dan sang fashion fotografer ternama Indonesia. Rio Prasetia (ketiga dari kiri). 





Bergaya androgini

Dari segi fashion, gaya androgini dapat kita gunakan sehari-hari (atau bahkan tanpa kita sadari, kita sudah pernah berbusana dengan gaya androgini). Dalam hal ini, wanita lebih diuntungkan jika ingin bergaya androgini. Caranya mudah cukup mengenakan boyfriend  jeans, blazer dan (atau topi fedora) Anda sudah bisa berpenampilan androgini. Pilihan lain adalah dengan mengenakan tight jeans dengan bomber jacket.







"Androgyny is not trying to manage the relationship between the opposites: it is simply flowing between them." - June Singer

     

Wednesday, September 24, 2014

Vivienne Westwood say "Yes" to Scotland Referendum in London Fashion Week 2015


"I'm not trying to do something different, I'm trying to do same thing but in a different way"-Vivienne Westwood


Referendum Skotlandia yang baru saja berakhir kemarin (19 September 2014) menjadi perhatian dunia selama beberapa pekan, termasuk juga bagi salah satu desainer ikonik asal  Inggris , Vievienne Westwood. 

Westwood yang identik dengan pola-pola unik dan gaya retro punk ini dikenal juga sebagai feminis dan aktivis lingkungan hidup yang selalu vokal dalam mengeluarkan pendapat. Sebagai seorang desainer, tidak jarang pendapat atau kampanye yang dia usung muncul di beberapa fashion shownya seperti saat fashion show-nya pada tahun 1990-an di mana salah satu model membuka bajunya sehingga memperlihatkan payudara mereka.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini termasuk pornoaksi (tidak bisa disalahkan jika ada yang berpendapat seperti itu.Semua memiliki interpretasi sendiri terhadap sesuatu yang dilihat) Tapi Westwood memiliki alasan tersendiri mengapa dia membiarkan modelnya membuka baju. Tidak lain hal ini dilakukan sebagai kampanye dukungannya terhadap kanker payudara agar setiap perempuan lebih waspada terhadap penyakit ini.


Di London Fashion Week (LFW) 2015, Westwood pun menyatakan pendapatnya dalam setiap desain yang dia buat. Di runway setiap model berjalan dengan mengenakan rancangannya dan mengenakan sebuah pin bundar berwarna biru dengan tulisan "YES" di akhir acara, ketika melakukan final bow pun Westwood tidak ketinggalan mengenakan pin tersebut dan mengangkatnya.


Sebelum fashion show berlangsung, di backstage Westwood mengenakan bendera Skotlandia dan memamerkan pin "YES" seperti yang dikutip dari www.time.com . Westwood juga meninggalkan sebuah catatan mengapa dia memilih "YES" dalam referendum Skotlandia yang dia letakkan di setiap kuri tamu undangan yang menghadiri acaranya.



http://time.com/3377567/vivienne-westwood-backs-scottish-independence-at-london-fashion-week/
Sumber: time.com


Invitation yang diberikan kepada para tamu undangan pun masih berisi pesan politiknya. www.theguardian.com bahkan mengkategorikannya sebagai salah satu show invitation terbaik di London Fashion Week.



http://www.theguardian.com/fashion/gallery/2014/sep/13/london-fashion-week-springsummer-2015-the-best-show-invites?index=1
Sumber: guardian.com

Dari Westwood kita bisa belajar bagaimana untuk selalu tetap peduli dan tidak takut menyuarakan pendapat kita dan berbuat nyata untuk membantu sesama melalui karya-karyanya.

"We have the choice to become more cultivated and therefore more human – or by muddling along as usual we shall remain the destructive and self-destroying animal, the victim of our own cleverness." – from her Active Resistance to Propaganda manifesto. Vievenne Westwood


Tuesday, September 23, 2014

My Favorite NYFW show: Alexander Wang & Jeremy Scott

"The ingredients are simple: they have to be high, they have to be chic, they have to finish at the ankle, and they have to have the wow factor" -Alexander Wang

Faktor "wow" itulah yang memang menjadi ciri khas desain seorang Alexander Wang. Desainer kelahiran tahun 1983 ini memang selalu berhasil menampilkan koleksi yang wow (inovatif) menjadikannya sebagai salah satu barometer  di industri ini.



Secara pribadi, show Alex memang selalu yang saya nantikan setiap pagelaran New York Fahion Week (NYFW) walaupun saya hanya melihatnya melalui youtube atau tayangan Fashion Tv atau Fashion One.

Salah satu hal (dari banyak hal) yang saya sukai dari rancangannya (dan shownya) adalah semua koleksi yang ditunjukkan sangat weareable mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki: headpiece, eyewear, dress( jacket, blazer, etc.) handbag (clucth, etc) dan footwear. Semuanya unik, semuanya inovatif, dan semuanya seperti yang sudah disebutkan tadi sangat wearable.

Di acara NYFW tahun ini, Alexander Wang menampilkan koleksinya yang terinspirasi dari sneakers. Beberapa warna neon digunakan dalam koleksi ini. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah footwear yang dipilih. Lihatlah betapa uniknya aneka footwear dan hand bag ini.



www.vogue.com






Selain Alexander Wang, koleksi Jeremy Scott pada NYFW juga menjadi salah satu favorit saya. Jeremy Scott yang dikenal dengan rancangannya yang eklektik, quirky, dan playful ini membuat sebuah kejutan dengan melakukan kolaborasi dengan  Miley Cyrus yang akhir-akhir ini dikenal dengan sikap pemberontak dan nakalnya.

Uniknya, kali ini Jeremy Scott berhasil membawa sifat Miley tersebut ke jalur yang benar. Dengan memberikan kesempatan bagi Miley untuk mendesain aksesori yang digunakan pada koleksi Jeremy Scott kali ini.

Bagaimana hasilnya?
Sebuah koleksi unik yang playful dilengkapi dengan berbagai aksesori unik (tidak menyangka Miley bisa membuat desain aksesori seperti ini) berhasil memukau para penonton NYFW.
This is the most playful colaboration eva!


www.vogue.co.uk

Fashion Pop Art

"The pop artists did images that anybody walking down broadway could recognize in second--comics, picnic tables, men's trousers, celebrities, shower curtains, refrigerators, coke bottles--all the great modern things that the abstract expressionists tried so hard not to notice at all." - Andy Warhol



Few days ago, Jeremy Scott for Moschino launched the capsule collection from fall 2014 collection. If you still remember this collection was so unique (as his signature) We can see McDonald logo, spongebob square pants and other popular art.



Allow me to remind you what is pop art.
Popular art or pop art is a movement that emerged in mid 1950-s in Britain and in late 1950-s in the United State.


Pop art is an art to combine fine art with the popular culture (paper, news, magazine, comic, etc) .Andy Warhol was American artist who was a leading figure in pop art. His famous work such as Campbell's soup can, the iconic portrait of Maryln Monroe, Jackie Kennedy, and many more.

www.sportgirl.co.au


And now, we can see the pop art in fashion industry. Some of fashion designers picked up these trend modified them for use in their designs.

1.  Jean-Charles de Castelbajac in Paris Fashion Week 2009


www.hufftingtonpost.com







2. Tom Ford

www.dailymail.co.uk





3. Philip Colbert

www.therodnikband.com


4. Moschino Fall 2014 collection in Milan Fashion Week

www.vogue.com






www.vogue.com

www.vogue.com


"Pop art is for everyone." -Andy Warhol

Sunday, August 24, 2014

#ALSIceBucketChallenge


"The best way to find yourself is to loose yourself in the service of others." -Mahatma Gandhi 
                                          www.firstcover.com                                               



Seorang pria paruh baya dengan mengenakan kacamata terlihat sedang melihat video yang diunggah. Dalam video, dia ditantang untuk menyiram diri (atau disiram orang lain) dengan seember air es. Dia pun menerima tantangan itu dan mulai merancang konsep yang dia inginkan.
Setidaknya itulah yang dilakukan Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia dalam melakukan #ALSIceBucketChallenge yang diberikan Mark Zuckerberg.

 Bill Gates adalah satu seorang yang menerima #ALSIceBucketChallenge .Beberapa waktu lalu, para selebritis, aktor, olahragawan, model, pebisnis dan banyak kalangan lainnya terlihat mengunggah video  #ALSIceBucketChallenge .

Sekilas mungkin terlihat apa yang mereka lakukan adalah bukan hal serius, kurang kerjaan, iseng, ya apapun itu yang pertama kali terlintas dalam benak kita.

Tapi, tindakan "sepele" itu dilakukan untuk mendukung suatu hal yang sangat besar!
again, this is remind us to not jugde the book by it's cover.

 #ALSIceBucketChallenge dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) atau yang lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig adalah sebuah penyakit neurogeneratif progresif yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. ALS membuat saraf motorik mengalami penuaan bahkan hingga kematian. Penderita ALS akan mengalami kelumpuhan, kemampuan otak untuk mengontrol  pergerakan otot juga akan berkurang bahkan mengalami kelumpuhan total. http://www.alsa.org/about-als/what-is-als.html

Dengan menuangkan seember air dengan es (seperti yang dilakukan dalam  #ALSIceBucketChallenge)  untuk beberapa detik, kita akan merasakan rasanya lumpuh karena air dan es yang dituang ke kepala.

Bagaimana cara melakukan  #ALSIceBucketChallenge ?
Anda akan dipilih seorang teman untuk melakukan tantangan ini. Pilihannya ada 2: Bisa menolak (dan) atau memberikan donasi.Jika Anda menerima, hanya ada waktu 24 jam untuk membuat konsep video yang Anda inginkan dan mengunggahnya. Dalam video,Anda diwajibkan memilih orang berikutnya yang akan menerima tantangan dari Anda.

Hingga tanggal 18 Agustus 2014 menurut www.time.com  gerakan ini telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 15 juta dollar.

Dari industri fashion, bahkan Anna Wintour menerima tantangan ini dan memberikan donasi. Para model, beberapa di antaranya Gisele bundchen, Karlie Kloss, Cara Delevingne, Alessandra Ambrosio, Andreja Pejic juga tidak ketinggalan menerima  #ALSIceBucketChallenge, tapi ada juga yang menolaknya seperti Barrack Obama.
Hingga kini gerakan  #ALSIceBucketChallenge masih terus berlanjut dan mulai merambah ke Indonesia. Beberapa yang telah melakukan  #ALSIceBucketChallenge adalah Bunga Citra Lestari dan suami, Julia Perez, Daniel Mananta (yang menantang Prabowo dan Jokowi untuk melakukan  #ALSIceBucketChallenge)

Selain menjadi sarana menyebarkan kewaspadaan terhadap ALS,  #ALSIceBucketChallenge juga menjadi sarana memberikan donasi, dan adu kreativitas dalam konsep video yang akan diunggah. And this is my favorite  #ALSIceBucketChallenge so far:


1. Anna Wintour >> http://fashionista.com/2014/08/anna-wintour-ice-bucket-challenge
2. Bill Gates >> http://www.youtube.com/watch?v=XS6ysDFTbLU
3. Andreja Pejic >> http://instagram.com/p/r0WwC2MNjc/
4. Katy Perry >> http://www.youtube.com/watch?v=UbuE49kRCCw

You can give your donation to raising ALS awareness to http://www.alsa.org/ and click "donate" 

"Never worry about the numbers. Help one person at a time, and always start with the person nearest you -Mothere Theresa

Tags:  #ALSIceBucketChallenge, ALS, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Anna Wintour, Gisele bundchen, Karlie Kloss, Cara Delevingne, Alessandra Ambrosio, Andreja Pejic, Bunga Citra Lestari, Julia Perez, Daniel Mananta, 

The Rio Surya Prasetia Effect: EuphoRIO



You don't make a photograph just with a camera. You bring to the act of photography all the pictures you have seen, the books you have read, the music you have heard, the people you have loved.” ― Ansel Adams

Nama Rio Surya Prasetia mungkin sudah familier di telinga para pecinta fashion fotografi, tapi izinkan saya untuk memperkenalkan dan mengingatkan kembali sosok pria yang satu ini:




http://www.designscene.net/wp-content/uploads/2011/11/Annabelle-by-Rio-Prasetia-DesignSceneNet-01.jpg

Boundless As The Dark -Tex Saverio- by Rio Surya Prasetia





https://www.facebook.com/photo.php?fbid=716997914999498&set=pb.354320734600553.-2207520000.1392453723.&type=3&theater

Monday to Sunday F/W 2013 - Air Castle by Rio Surya Prasetia



https://www.facebook.com/photo.php?fbid=717006364998653&set=pb.354320734600553.-2207520000.1392453711.&type=3&theater

Valley of Dreams by Rio Surya Prasetia


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=500111286688163&set=pb.354320734600553.-2207520000.1392455115.&type=3&theater

Antiquated Modernity- Yosafat Dwi Kurniawan by Rio Surya Prasetia





Herworld October 2012- When We Were 12 by Rio Surya Prasetia






Foto tadi hanyalah beberapa potongan kecil dari karya Rio. Karyanya sudah banyak muncul baik di media cetak, blog, maupun situs fashion internasional.

Pada awalnya, (karena kurang membaca dan mencari literatur) saya menanggap bahwa fashion photography hanyalah foto biasa saja yang bertujuan untuk mempromosikan gaun rancangan para desainer yang desainnya pun biasa saja, tetapi semua berubah ketika saya pertama kali melihat foto karya Rio "Boundless As The Dark" (yang saya letakkan sebagai foto pertama dalam entri ini). Ketika melihat foto inilah, pikiran saya terbuka bahwa fashion photography adalah bagian dari karya seni dan bisa menjadi begitu sangat indah (mungkin sedikit  telat bagi saya untuk menyadarinya).

Setelah itu, mulailah saya beberapa kali melihat hasil foto Rio yang lain. Kesan yang didapat pun tetap sama: what a great fine art!!

Jadi, bisa dikatakan bahwa Rio lah yang membuat saya menjadi orang yang berbeda dalam meilihat sebuah foto (thank you. I owe you)




Pada tanggal 13 Februari 2014 lalu, Rio Surya Prasetia (Rio) menampilkan pameran fotonya yang pertama berjudul "Collection Vol: 00 - Thank You".

Acara yang bertempat di Japan Foundation, Gedung Summitmas 1 lantai 2 ini berlangsung dari tanggal 13 s.d. 28 Februari 2014.

Ada 3 hal yang menarik dari pameran ini yang membuat saya sangat ingin datang:

1. Tentu saja karena sang fotografer;
2. Kurator pameran ini: Bapak Amir Sidharta;
3. Tema yang ditampilkan: anime dan manga.


Sangat menarik melihat bagaimana 2 pria ini akan bekerja sama dan bagaimana "wajah" pameran ini jika ada 2 orang dengan bakat yang luar biasa menghiasi ruang pameran.


Dan saya pun beruntung karena Rio mengundang saya untuk hadir dalam pameran solo pertamanya itu.

Salah satu hal (karena banyak hal) yang terus muncul dalam pikiran saya adalah makna apa yang tersimpan dalam pemberian nama "Collection Vol: 00 - Thank You"?

Dan seolah mampu menangkap apa yang ada dalam pikiran para pengunjung, inilah alasan Rio (dalam booklet-nya) tentang alasan pemilihan nama itu.






" Sesungguhnya saya merasa mengalami kegagalan dan kebingungan dalam mengerti persepsi masyarakat modern dalam menghadapi realitas. Pada koleksi ini, saya mencoba mencerna hal ini maka sepantasnya saya menggunakan VOL: 00. Saya masih awam, masih mencerna, masih berusaha, masih nol.
.... Saya sangat senang ketika menyadari bahwa angka 00, yang kalau dibaca dalam bahasa Jepang 'rei rei', berarti bowing atau membungkuk, yang merupakan gesture untuk mengucapkan terima kasih atau thank you.
Lengkaplah judul yang merangkum karya-karya saya ini, sebuah koleksi yang dihasilkan oleh seorang fotografer muda yang ingin mengangkap kejujuran."


Dalam sambutannya, Rio mempersilakan para pengunjung untuk berinteepretasi sesuka hatinya ketika melihat foto-foto yang dipamerkan. Dia tidak akan mengatakan pesan apa yang ingin disampaikan, dia hanya ingin para pengunjung untuk menikmati karyanya dan berineepretasi sesuka hatinya tanpa ada kata benar atau salah.

Dan inilah intepretasi saya terhadap Collection Vol: 00 - Thank you: Memasuki ruang pameran yang tentu saja dipenuhi oleh foto-foto indah, seolah sama seperti kita membaca sebuah buku. Hanya bedanya bukan kata-kata yang bercerita, melainkan foto-foto yang bercerita. Menceritakann apa yang dialami, dirasakan, dan apa yang ada dalam pikiran sang fotografer dalam setiap foto.

Bagi saya, foto-foto yang dipamerkan merupakan perjalanan hidup (termasuk karier) dan cara berpikir Rio. Sama seperti fase kehidupan manusia yang terdiri atas beberapa fase:

1. Fase kanak-kanak 

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=726840600681896&set=pb.354320734600553.-2207520000.1394424966.&type=3&theater
Thank You, The Heart Is Full of Pureness: Card Captor Sakura by Rio Surya Prasetia

Card Captor Sakura (CCS) adalah anime (animasi Jepang) dan manga (komik Jepang) karya CLAMP. Seri animenya ditayangkan sekitar tahun 1998-2000. Pemeran utama anime ini, Sakura Kinomoto adalah siswa kelas 4 SD Tomoeda yang penuh semangat dan ceria. Sakura tanpa sengaja membangunkan penjaga buku, Cerberus dan menyebabkan kartu clow terlepas.

Sakura yang masih kelas 4 SD menggambarkan sosok kita (Rio) yang masih lugu dalam proses berpikir dan berkarier di mana dia masih bisa menoleransi hal-hal yang sebenarnya tidak dia inginkan.



2. Masa Remaja
Thank You For .... : Yu Yu Hakusho 


Yu Yu Hakusho merupakan sebuah manga karya Yoshihiro Togashi. Kisah bercerita tentang Yusuke Urameshi, seorang anak laki-laki berumur 14 tahun  yang merupakan anak nakal di sekolahnya, tetapi seorang altruis yang dia buktikan ketika suatu saat dia menolong seorang anak yang sedang bermain bola di jalan dari sebuah truk.Nahas, ternyata justru dia sendirilah yang tewas akibat tertabrak truk. Setelah melewati beberapa tes, Yusuke pun ditugaskan bekerja untuk dunia roh sebagai detektif roh.



 3. Perang batin

Sebagai seorang manusia dan seorang fotografer, tentu saja Rio pernah mengalami perang batin atau konflik batin dalam dirinya. ketika dia dihadapkan pada suatu permasalahan atau hal-hal yang tidak dia sukai sehingga dia dihadapkan pada dua pilihan:Menyerah pada keadaan atau mempertahankan prinsip-prinsip yang dia pegang.


Dalam pameran ini, Rio tidak hanya menampilkan foto-foto hasil karyanya, tetapi juga menampilkan tulisan-tulisan yang dia tulis pada media kaos-kaos yang dia pakai ketika masih kecil. 


Menurut sang manajer, Camelia Santoso, dalam pameran foto solo pertamanya ini, Rio ingin menampilkan dan mempersembahan suatu bagian yang sangat erat dengan dirinya dulu.Itulah sebabnya dia gunakan media kaos yang ditempatkan dalam pigura yang disusun secara apik.


Semua tulisan dia susun dalam segmen "Thank You for Everything" di mana semua kekesalan, dan semua hal yang ada dalam pikirannya dia tuangkan secara lugas dalam "Thank You for Thinking"
























4. Dewasa

Salah satu menuju fase kedewasaan adalah ketika kita mulai tersadar bahwa akan selalu ada hal-hal yang bertentangan dengan kemauan kita, di mana kita dituntut atau dipaksa untuk melakukan hal yang bertentangann dengan prinsip-prinsip kita. Dalam hal ini, Rio yang  merasa  kebebasannya sebagai seorang seniman seringkali berbenturan dengan keinginan klien.

Dalam pamerannya ini, khususnya dalam "Thank You to Make Us Better Passive and Aggresively Digital" yang merupakan bentuk interpretasinya terhadap anime Ghost In The Shell, Rio menggambarkan betapa "kekerasan" dalam hal ini pemaksaan kehendak adalah hal yang pernah dia alami selama bekerja sebagai fashion fotografer.













5. Kepura-puraan
Kepura-puraan memang akan terus ada di sekeliling kita: berpura-pura demi mengangkat status sosial, berpura-pura demi popularitas, berpura-pura karena ingindiakui eksistensinya. Hal itu pula yang (mungkin) dialami Rio, dalam sesi selfienya.

sang fotografer yang seringkali disebut the man behind the camera pun akhirnya menjadi the man before the camera. Sesuatu yang menarik di sini, Rio bukan hanya (seolah) menjawab pertanyaan bagaimana kalau fotografer menjadi objek foto melainkan juga dia menyindir orang-orang yang selalu berpura-pura yang sering dia jumpai.
























6. Sang Maha Besar

Dan tidak bisa kita lupakan bahwa berkomunikasi dengan Sang Maha Besar adalah salah satu bentuk kebutuhan kita, tempat kita meminta, berserah diri dan mendapat cahaya. Ini juga yang ingin Rio tampilkan dalam  " Thank You for The Father, The Son and The Holy Spirit"




7. Display
Selain hal-hal yang menarik tadi, yang  menjadi eye candy bagi saya adalah salah satu bentuk display atau sebuah bentuk kamar tidur (yang dapat diinterpretasikan sebagai kamar tidur Rio). Sebuah kamar tidur berukuran sedang yang ditutupi dengan selimut tokoh Keropi, di atasnya berserakan berbagai judul manga yang Rio koleksi sejak kecil. Kasur yang diapit oleh dua lemari dengan isi yang berbeda. Lemari sebelah kanan berisi koleksi manga berjudul Rose of Versailles dan Pop Corn dan diatasnya terdapat figur tokoh anime. Lemari sebelah kiri terdapat kamera, majalah fashion, dan majalah fotografi. Sisi kanan dan kiri yang melambangkan dua dunia dalam kehidupan Rio: Kecintaannya terhadap manga dan kecintaannya terhadap fotografi.





 Untuk menjawab rasa penasaran saya terhadap fashion fotografi dan tentang pameran ini, saya mewawancarai sang fotografer:

1.Sejak umur berapa mulai menyukai fotografi?
Kurang ingat tepatnya kapan tapi sewaktu umur 16 tahun aktif foto apa saja di depan mata dengan camera pocket.



2. Apa sejak awal memang minatnya pada fashion fotografi?
Tidak juga. Saya suka fotografi dan fashion dari kecil mungkin karena ada pengaruh orang tua saya. Awalnya itu berniat jadi pelukis tetapi karena tidak di ijinkan jadinya mencoba medium yang lain untuk bisa berkarya dan kebetulan medium tersebut yang sudah saya nyaman yaitu fotografi.



3. Seberapa besar pengaruh Steven Meisel dan Paolo Roversi dalam karya Anda?
Saya suka kedua-duanya karena mereka cenderung mempunyai karakter foto atau wanita yang agak dingin, which I like.



4.Apakah ada Muse tertentu ketika berkarya?
Tidak pernah ada. Saya tidak pernah percaya dengan muse. Karakter muse yang saya cari itu hanya ada di kepala saya dan saya tahu tidak akan pernah ada 100% yang bisa mendekati apa yang di kepala saya.



5.Apa pendapat Anda tentang fashion fotografi di Indonesia?


Pemainnya selalu bertambah setiap hari dan itu bagus juga karena di satu sisi berarti orang-orang mulai terbuka dengan fashion fototografi tapi untuk berpenghasilan dari dunia fashion photography indonesia itu masih jauh karena pemain yang selalu bertambah kebanyakan rela tidak dibayar atau dibayar rendah hanya karena berpikiran akan mendapatkan portfolio dan portfolio tersebut akan bisa dapat bayaran besar. Itu hal yamg salah karena kalau dari awal dibayar rendah atau tidak dibayar berikutnya pun akan tetap sama. Juga kebanyakan klien seperti designer lebih mengharapkan kalau fotografer fashion itu menghasilkan penghasilannya dari area fotografi yang lain seperti wedding dan sudah bosan mendengarkan hal tersebut.





6. Beberapa kali karya Anda muncul di media internasional,bahkan "The Neo Essence" pernah muncul di Vogue.it bulan Maret tahun lalu.Bagaimana perasaan Anda?
Hmmm senang sih tetapi saya tidak merasa bagaimana karena mungkin akan lebih senang kalau benar masuk vogue italia dan print di majalah tersebut.



7. Kurator dalam pameran ini adalah Bapak Amir Sidharta.Ada alasan khusus mengapa memilih beliau?
Chemistry and respect. Saya selalu berusaha bekerja sama dengan orang yang mempunyai chemistry yang kuat terhadap saya, bisa memahami sudut pandang saya sebagai seniman, dan membiarkan saya untuk menjadi diri saya sendiri.. Di satu sisi juga saya merasa bisa bekerja lebih baik kalau orang tersebut bisa saya respect secara profesional dan orang itu juga bisa respect dengan karya- karya saya.



8. Di antara semua foto yang dipamerkan,foto mana yang proses pemotretannya sangat lama?
Hmmm kalau untuk proses waktu pemotretan yang paling lama itu  yang "Thank You for the Impossible Desire and The Immature to Become The Realisation That Is The Truth" itu membutuhkan waktu 2 malam tetapi untuk dari segi konsep yang paling memakan lama adalah  "Thank You to Make Us Better Passive and Aggresively Digital".




9. Ada alasan khusus mengapa memilih "Collection Vol 00" sebagai nama koleksi foto Anda?
Collection karena pada dasarnya saya dari dulu suka mengkoleksi manga dan juga ada beberapa tema dalam pengerjaan pameran ini yang ingin saya angkat.  Vol 00 sendiri karena sebenarnya saya merasa masih merasa nol dan berusaha mencerna semua hasil  obervasi saya selama ini ke dalam pameran tersebut. 



10. Apa impian terbesar seorang Rio Surya Prasetia?
Untuk saat ini sih saya ingin bermimpi untuk liburan panjang tanpa diganggu sama sekali oleh apapun. Untuk jangka lama saya ingin tetap berkarya sebagai fotografer dibidang fine art dan fashion saja . Untuk mendapatkan pekerjaan yang saya sukai with the best team and the best clients (off course, client that can appreciate my works and loyal are the best thing for me) ..


Thank you for sharing your great photos,
Thank you  and congrats for your great exibition
and thank you for opening my mind
Just remember, stop trying to fit in cause you were born to stand out 



"The clothes are a big part of a fashion picture. It’s a big part of the subject. Even if, for me, every fashion picture is like a portrait – I see and treat every image as a portrait, of a woman or a man or a boy – but the clothes are always there and they can make the interpretation of the image much more difficult. "- Paolo Roversi



Link:




Tags: Rio Surya Prasetia, Amir Sidharta, Yosafat Dwi Kurniawan, Camelia Santoso, Ansel Adams, Tex Saverio, Paolo  Roversi,Japan Foundation, Monday to Sunday, Her World Magazine